Linux Inspirations

12 Model Infrastruktur IT untuk Perusahaan Kecil dan Menengah

Posted on: 9 April, 2007

Ip_kantorBagai mana cara menjadi technicall support yang handal, dalam sebuah perusahaan yang
berskala menengah ke bawah ?
Seperti yang kita tahu, perusahaan skala menengah minim akan budget IT, namun banyak
juga perusahaan besar yang tidak menerapkan Infrastruktur IT nya dengan baik, sebagai
teknikal support mungkin kira slalu merasa bingung, tidak ada masa depan, seperti

tukang servis, dan kalimat lainya yang membuat kita jadi tidak bersemangat untuk
bekerja dan berkarir melalui jalur tersebut.

Jika sekarang dalam situasinya kita menjadi seorang support onsite, pada sebuah
perusahaan, sanggupkah kita menjawab semua ini:
sanggup kah kita menghandle 100PC lebih ?
sanggpukah kita memaintain keseluruhanya ?
sanggupkah kita memaintain server dan aplikasinya ?
jika kita bekerja sendiri atau maksimal 2 orang ?

kalau saya yang di berikan pernyataan seperti itu, saya akan bilang sanggup, karena saya
mengikuti model infrastruktur IT seperti yang ada di bawah ini, dengan model ini
diharapkan seorang teknikal support akan lepas dari rutinitas nya, dan bisa lebih ber
eksplorasi untuk memajukan sistem IT perusahaan, tampa harus terikat dengan rutinitas,
dan meluangkan banyak waktu.

12 hal yang harus kita perhatikan adalah

1. Sentralisasi Aplikasi

Beberapa hal yang patut kita perhatikan untuk membuat sentralisasi aplikasi ini
maksudnya adalah untuk memudahkan client pc memanfaatkan sumber daya secara
bersama sama misalnya saja
antivirus server

Membuat antivirus menjadi tersentral sangatlah baik untuk menghemat koneksi internet,
sehingga, masing masing client pc tidak perlu mengupdate antivirus / antispywarenya
langsung ke internet, cukup melalui server saja, walaupun begitu kita tidak harus
membeli antivirus server, kita bisa pakai antivirus yang free (spt calmav, avg free, dsb),
hanya saja kita perlu mengetahui skematik cara kerja proses update antivirus, dan kita
bisa membuat batch file yang akan di letakan di schedule task client pc.

pada dasarnya, model kerja proses update antivirus itu mirip mirip, ada yang def nya
terdiri dari 1 file, 1 folder, ada yang beberapa file, ada yang di zip dsb, sehingga intinya
kita hanya perlu mengkopikan definisi tersebut ke client pc, masalahnya kita perlu
mencari tahu file file apa saja yang di update oleh antivirus sewaktu dia sedang
melakukan proses update koneksi ke internet, untuk mencari itu, gunakan software untuk
memonitor file ( ada banyak freeware di google, ketikan saja “file monitor” )
jadi, folder def antivirus itu bisa di share melalui jaringan, dan pc client bisa membuat
map langsung ke folder tersebut, sehingga di pc client jangan lupa untuk memasukan
batch file kedalam schedule task dan atur waktu update client tersebut.

untuk membuat map / tidak, hanya akan mempermudah proses pembuatan batch filenya
saja, sedangkan untuk proses membuat batch file diperlukan kemampuan batch dos
programming (windows) dan shell (dilinux), untuk lebih detail nya bisa merujuk ke
artikel saya sebelumnya tentang batch file.

Print Server
Selain itu, kita bisa membuat shared printer juga di server ini baik itu ke printer langsung
ataupun ke pdf server, kita tinggal install aplikasinya dan share langsung, sehingga ini
akan menghemat biaya untuk membeli print server yang bisa seharja 1jt an
DHCP dan domain controller
atau kalau komputernya memadai kita bisa buat dhcp server dan domain, built in di 1
tempat.

2. Data Center
Untuk menghemat spesifikasi komputer dan menjaga keamanan data, sebaiknya di buat
sebuah data center kecil atau bisa disebut juga dengan NAS ( Network Attach Storage)
bentuk NAS ini ber variasi, ada yang built in, dan ada yang bikin sendiri, kalau mau bikin
sendiri sangatlah mudah, bisa dengan windows ataupun dengan Linux, kalau windows
memberikan kemudahan pengaturan hak akses untuk folder yang langsung terintegrasi
dengan domain controller, begitu juga linux, mungkin kesulitanya terletak pada saat
proses upgrade kita harus meng set mounting drive baru dan membuat samba lagi
kedalam nya.

Untuk membuat NAS ini gunakan saja PC dengan spesifikasi se adanya, dan di sesuaikan
OS nya, kalau pentium 2, bisa pakai LINUX NAS LITE, atau kalau spesifikasinya lebih
memadai dan ada licens windows 2000 bisa pakai Windows saja.

Spec hardware Rekomendasi saya adalah:
Pentium 3 processor 800 – 1ghz
RAM 256 – 512mb
SATA / PATA Controller Card (pci)
Harddisk sebanyak2 nya ( sesuaikan dengan kebutuhan anda )
Ethernet card
Windows 2000
Minimum
Pentium 2
Ram 128
SATA / PATA Controller card (pci)
Harddisk
Ethernet card
Linux NAS LITE

untuk grafis nya, pilih yang ada saja, atau kalau mau mencari di toko, bisa memilih grafis
seken yang paling murah, karna kita tidak membnutuhkan grafis yang memadai disini,
onboard lebih bagus.

sedangkan NAS yang built in sudah mulai banyak dipasarkan, dengan harga yang tidak
begitu mahal, menyediakan berbagai interface USB, LAN, dan bahkan ada yang Sudah
support dengan USB LAN dan FIREWIRE, dan ngga tanggung tanggung, ada juga yang
didalamnya sudah ada disk nya, yang bisa di upgrade.

biasanya untuk NAS box yang built in ini untuk mengkonfigurasinya melalui media web
interface, core engine nya juga berbasis linux kok, biasanya di dalamnya sudah ada ftp
server, web server, folder access management, dll, sebelum membeli cek dulu feature
yang di butuhkan untuk ke depanya, supaya tidak menyesal di kemudian hari
Selain itu, jangan letakan mp3 atau file streaming di dalam NAS ini, karena kinerjanya
akan mengalami penurunan disaat banyak yang men streaming file, dan proses
fragmentasi filenya pun akan cepat meningkat, dan kitapun akan kerepotan nantinya.

dengan menggunakan model seperti ini, ini akan menghemat disk yang ada di pc client,
kalau kita merakit pc client kita bisa pilih disk yang 20Gb (kalau masih ada), karena
untuk data mereka tidak perlu simpan di pc nya, sentral kan saja, akan lebih mudah.
sehingga dengan adanya NAS ini kita bisa:

menyimpan data dan hak aksesnya berdasarkan seseorang, group, dll
Kita bisa meletakan aplikasi portabel untuk troubleshooting pc
Menyimpan kumpulan driver / update dan patch os terbaru
dan kesemuanya itu tersentral

3. Backup Center
Untuk backup center ini secara fungsional kita harus memilikinya, kita boleh gunakan
NAS kita (limit budget) untuk itu atau kita membuat 1 NAS lagi yang isinya Backup
data, Backup ini bisa juga di gunakan untuk membackup NAS yang sudah ada
sebelumnya, maklum saja, kalau NAS nya berbasis Linux, dan di map oleh windows,
pada saat terkena virus ini akan membahayakan data yang ada didalam NAS tersebut, jadi
walau bagaimanapun backup ini sangat berperan penting.

selain itu, data internal client pc pun butuh di backup, semisalnya tidak tertolong lagi dan
harus di reformat, misalnya data outlook, profile, favorite, dsb, jadi kebutuhan backup ini
sangatlah penting untuk kelangsungan kerja ruang lingkup sistem.
jadi dapat disimpulkan fungsi utama dari backup ini adalah:

Untuk membackup image
Image adalah replika sebuah partisi yang di kompress kedalam 1 file, Maksudnya adalah,
buatlah sebuah image dari sebuah komputer yang baru di fresh install, masukan semua
default software yang ada beserta konfigurasi nya, sebagai contoh:

install lah pc baru yang kosong dengan aplikasi berikut
drivers
office
antivirus
antispyware
codec
printer
image viewer
pdf viewer
win-amp
firefox browser + plugin
VNC Server
ip Identify tools

konfiguration file (misalnya, batch file untuk update antivirus, untuk backup data, untuk
map network drive, dan lainya)
lalu, gunakan norton ghost, untuk membuat image pada partisi tersebut, untuk proses
pembuatanya bisa gunakan minipe windows live cd, nah nantinya file image itu dapat
disimpan di dalam backup drive, dan pada saat ada pc yang komputernya tidak tertolong
lagi, kita dapat mengembalikan pc dengan waktu yang sangat cepat tampa harus
menginstall ulang, tentunya untuk memudahkan proses restorasi OS yang sudah rusak
namun untuk itu kita harus membuat ftp server pada backup drive untuk memudahkan
proses transfer file image ke komputer yang akan di restore.

Untuk membackup file file konfigurasi
file file penting user yang akan di reinstall ulang pc nya dapat disimpan disini batch,
library, outlook pst, addressbook, favorite, dll

Untuk memabackup NAS Sebelumnya
walau bagaimanapun data center adalah aset data yang harus di lindungi, karena semua
user datanya tersimpan di dalam data center, sehingga backup NAS itu sendiri pun
diperlukan, jika masing masing NAS (Data center dan Backup) terdapat service ftp di
dalamnya kita bisa menggunakan FTP Synchronizer untuk membackup kedua server
tersebut, atau dengan bacth file hanya dalam hitungan klik

4. Remote System
Remote system akan sangat bermanfaat bagi para teknikal support yang memiliki klien pc
yang agak banyak, ini akan menghindari masalah mondar mandir yang mungkin akan
menjadi keluhan pada it tech support, sehingga untuk itu dengan adanya VNC server kita
tinggal meremote pc client yang bermasalah, tampa harus mengunjungi pc tersebut,
sungguh penghematan energi yang baik.

kita tinggal menerima telepon, mendengar keluhan, dan meminta ip addressnya berapa
(jgn lupa meletakan program untuk menampilkan ip address di systray untuk
memudahkan) dan kita tinggal kirim koneksi vnc ke user dan nanti nya user tersebut akan
menerima popup akses untuk permintaan akses koneksi (hal ini patut di lakukan agar user
merasa aman kalau pc nya tidak di remote secara silent), setelah di terima kita siap
memperbaiki masalah.

untuk beberapa hal yang ridak bisa di remote barulah mau tidak mau kita harus datang ke
onsite nya, untuk melihat masalahnya, misalnya tidak mau boot, blank screen, dan
hardware error

5. Report dan Dokumentasi
Setiap kasus yang / problem, baik atau yang sudah di selesaikan maupun yang belum, kita
harus membuat laporanya, dan tindakanya, hal ini sangat penting untuk atasan kita, kalau
kita kerja dengan baik dan ada laporanya.

selain itu, jika ingin lebih baik lagi, terapkan lah sistem ticketing untuk pekerjaan kita,
sehingga hal ini memudahkan kita untuk membuat laporan laporan masalah dan
kerusakan, namun untuk membuat sistem ini di perlukan web server apache, php dan
mysql, kita bisa menggunakan server kita sebelumnya yang sudah ada untuk aplikasi ini,
karena banyak sekali aplikasi ticketing yang beredar di sourceforge.net yang gratis dan
bisa di gunakan dan di manfaatkan, yang di dalamnya sudah mencakup knowledbase
ticket sistem, user profuile dan lainya, dan aplikasi ini kebanyakan berbasis web.
untuk server nya, secara instan bisa di install lewat windows dengan menggunakan
xaamp atau appserv, begitu juga di linux.

apa kegunaan ticketing ini ? maksud dari ticketing adalah sebuah tiket ( tapi bukan tiket
perjalanan ) yang di dalamnya menjelaskan status mengenai pekerjaan kita, dalam tiket
tersebut terdapat dekripsi masalah yang kita hadapi, status nya bagaimana, pending,
resolve, new, cancel ataupun close, sehingga dengan web base tiketing sistem ini, user
bisa lihat antrian nya, status masalahnya sampai dimana, kapan selsai nya, apa saja yang
akan dikerjakan oleh IT berikutnya, progressnya gimana, sehingga IT tidak akan terkesan
ngga kerja, dan laporan nya pun akan jelas.

jika tidak memungkinkan (atau terlalu rumit untuk dilaksanakan), kita bisa buat ticketing
sendiri, dalam excel misalnya, dan kita bisa letakan di dalam NAS dimana akses nya
untuk user lain hanya bisa Read saja, dan untuk memudahkan user tersebut, letakan saja
shortcut di desktop yang akan mengarah ke NAS untuk melihat status tiket excel kita.

untuk hal hal yang memerlukan persetujuan atasan, misalnya saja penambahan harddisk,
kalau ticket berbasis web sangatlah mudah, kita tinggal mengirimkan status tiket web ke
atasan kita untuk di approve via e-mail, sedangkan jika menggunakan ticketing excel, kita
bisa mengirimkan e-mail dengan memberi links yang langsung mengarah ke ticket yang
harus di approve oleh bos kita, dengan mereply e-mail kita.

sehingga dengan demikian sistem laporan kita akan menjadi bagus dan rapih.
selain tiketing, kita juga harus mendokumentasi,
dokumentasi ini di Indonesia adalah hal yang paling buruk dan banyak orang yang malas
dengan mendokumentasi / men data.

yang harus kita dokumentasi adalah, masalah, jenis jenis masalah, dan cara
menanganinya (kalau sudah di tangani) kita bisa simpan dixcel lagi, atau kalau dengan
menggunakan sistem tiketing sudah ada di dalamnya langsung (jadi kita tidak perlu
mengisi 2x), selain itu kita juga harus mendokumentasi konfigurasi sistem yang ada di
kantor, mulai dari ip address, server, username
tujuanya adalah, jika suatu saat kita tidak ada, ( cuti ) kita tidak akan di ganggu oleh
telpon kantor, selain itu, jika kita men train karyawan baru, anggap lah tidak memadai
skillnya, kita bisa berikan dokumentasi itu padanya untuk di pelajari atau jadi bahan
acuan.

beberapa field standar tiketing excel adalah:
no kasus
IP address
Nama
Problem
Status
Keterangan

sedangkan untuk dokumentasi nya
no dok
Problem
Solve
Keterangan

kita bisa update tiap bulan sebagai laporan hasil kerja kita kepada atasan.
jika lebih kreatif, silahkan di kembangkan di excel dengan lebih baik, jika perlu di ms
access.

6. Software Management
untuk mengatur pc agar seragam kita harus mem pack software software yang kita beli
dengan baik, kita bisa meletakan software software tersebut kedalam data center kita, dan
sebaiknya gunakanlah software yang sudah legal, atau setidaknya usahakan lah untuk
menggunakan software yang free dahulu.

kita harus menentukan software apa apa saja yang akan di butuhkan oleh user standart
misalnya saja
office, 7zip, winamp, avg free, ms framework, ip tools, vnc, firefox, acrobat reader
dsb

sehingga setiap client akan memiliki keseragaman sistem.
dan untuk software yang sudah kita lisensi, simpanlah kedalam bagian report dan
dokumentasi, mengenai register nya, product code nya,dll nya, sehingga data kita akan
menjadi rapih dan teratur.

jika user meminta software tertentu kita bisa install kan lewat VNC
Rekomendasi saya untuk Standar Office software adalah
Windows.
Office
Acrobat reader
antivirus
antispyware
image viewer
codec
VNC server
ip systray tools
YM
Firefox
Set Auto IP (dhcp)
Set Auto Update antivirus dan antispy to server (batch to schedule task)
Set Auto scan interval (batch to schedule task)
Set AutoBackup UserProfile (batch to schedule task)
Set Auto Map Network Drive Printer (batch)
Set Join Domain
Set to print server (batch)
Set to print PDF Server (batch)
that’s it, make as image, and deploy to all pc.

7. Live CD
Terkadang live cd sangat kita butuhkan untuk menangani kasus OS yang bermasalah
misalnya tidak mau boot, sehingga kita harus merestore OS tersebut, atau mengscan
antivirus, atau juga membackup, untuk proses semacam itu kita bisa gunakan linux Live
cd, atau windows live cd.

live cd adalah sebuah cd yang memungkinkan kita untuk merunning OS yang berasal dari
CD, CD tersebut secara fisik akan membuat sebuah ram drive dan menempatkan
sebagian data penting nya kedalam ramdrivenya dan kita bisa merunning OS dari CD
tersebut tampa adanya OS kita, di dalamnya biasanya tedapat banyak utility yang sangat
berguna untuk troubleshooting.

gunakanlah minipe MAS Edition, ataupun Linux Live CD untuk hal ini, akan sangat
membantu kita.

jika komputer client tidak dilengkapi dengan cd rom, kita bisa memindahkan live cd kita
kedalam usb flashdisk 512-1gb dan kita bisa mem boot melalui usb itu (untung untung
motherboardnya bisa boot via usb)

8. Portable Apps Software
ada banyak aplikasi portable yang bisa kita manfaatkan untuk mentroubleshoot masalah,
software portable ini bisa kita simpan di NAS kita, dengan begitu, jika kita harus ke
onsite, dan membutuhkan software khusus kita tidak harus membawa cd program atau
usb yang berisi program, cukup bawa akses portable software tersebut dari jaringan dan
semuanya selesai, beberapa aplikasi portable yang ada seperti contoh

IP-Tools_SFX
Network Scanner
Angry IP scanner
AdapterWatch
xp-AntiSpy
HDDlife portable
Norton Disk Doctor portable
Ultimate MBRGUI
Sysinternals Process Explorer
dst

jika ingin mencari portable software, ketikan saja “portable software” ke google, banyak
sekali aplikasi yang dijadikan software, jika tidak menemukanya, silahkan e-mail ke saya,
saya akan upload kan server saya secara cuma cuma

9. Automation
Untuk menghindari proses yang sama berulang ulang, silahkan buat automatisasinya, hal
ini akan menghindarkan kita dari proses rutinitas yang akan membuat kita bosan dengan
pekerjaan kita yang berulang ulang, misalnya saja
update antivirus,
update anti spy
backup NAS ke Backup Drive
backup data user ke backup drive
memberi folder akses
membuat user baru
setting ip network
auto shutdown pc client
dan hal kecil lainya

semuanya bisa dilakukan secara otomatis melalui batch file windows xp atau shell
scripting di linux, mengenai batch file windows xp, dapat di pelajari di tutorial saya
sebelumnya tentang batch file.

kalau semuanya bisa dilakukan dengan 2x, bayangkan, begitu mudah nya kita mengelola
ruang lingkup sistem komputer kita.

10. Spare Device
Hal ini banyak yang di abaikan banyak perusahaan, tidak mau menyimpan spare device,
kebanyakan perusahaan lebih memilih menunggu device yang rusak dan menunggu
proses order dulu untuk menyelesaikanya, hal ini menyebabkan user kehilangan waktu
kerja dan user akan mengalami kerugian efisiensi kerja, sehingga untuk itu seorang it
technicall support seharusnya menyimpan beberapa spare peralatan untuk mengganti
device yang tiba tiba mengalami kerusakan sehingga akan menghilangkan downtime
kerja user.

beberapa peralatan yang biasanya harus di spare untuk pc client yang rakitan:
Harddisk
RAM
Ethernet card
PowerSupply
dan VGA
dan atur aja untuk jumlahnya masing masing, dan sekali lagi, semuanya terdata dan
terdokumentasi.

11. R&D
Dengan menggunakan Virtual Server
Kira kira itulah yang media yang tepat untuk seorang teknikal support, dengan memiliki
komputer dengan spek yang canggih ( ram, prosesor, dan harddisk yang besar )
memungkinkan kita untuk mengadakan research mengenai kebuthan kebutuhan yang kira
kira nantinya akan di butuhkan untuk masa mendatang, karena walau bagaimanapun,
perusahaan itu sudah seharusnya berkembang, bersamaan dengan berkembanganya
perusahaan berkembang juga infrastruktur IT dari yang sederhana menjadi yang lebih
kompleks lagi.

dengan adanya virtual server, kita bisa melakukan test server, bisa melakukan test
konfigurasi, test software, dan lainya, tampa harus mengganggu infrastruktur yang sudah
kita buat sebelumnya, sehingga pekerjaan kita akan lebih nyaman dan lebih baik, dan
kemampuan kita pun akan selalu ter update karena kita selalu memilki media untuk ber
eksperimen.

walaupun ini hanya eksperimen bukan berarti kita tidak mencantumkanya kedalam
laporan, ini pun harus di buat, sebagai prestasi dari apa yang sudah kita developmen kan
selama ini.

12. Internet gateway
Khusus untuk internet gateway, kita bisa menggunakan router khusus atau server khusus
(bergantung dari koneksi ke luar nya apa), salah satu model internet gateway yang baik
adalah filter lah port yang tidak di gunakan, gunakan saja port port yang sudah di
tentukan, sehingga memudahkan kita untuk mengatur komputer user kita untuk terhindar
dari trojan, spyware, dan program program penyusup lainya, sehingga dengan memfilter
port akan meningkat kan kemanan sistem jaringan di perusahaan kita.
beberapa port yang biasanya di buka adalah

http
https
ssh
YM
pop
smtp
dan port lainya

kita bisa menggunakan linux untuk router, atau kita bisa gunakan windows juga, semua
itu bergantung dari kita, mana yang mudah untuk kita konfigurasi gunakanlah hal itu
Dengan Mengimplementasikan model semacam ini, beban kerja teknikal support akan
lebih ringan, lebih banyak waktu untuk membuat report, lebih banyak waktu untuk
melakukan riset, lebih banyak waktu untuk melakukan hal yang lebih penting dengan
meng automatisasi rutinitas, semoga membantu.

Artikel ini dirangkum dan disederhanakan dari Model kerangka kerja ITIL ( IT
Infrastructure Library ) – (IlmuKomputer)

2 Tanggapan to "12 Model Infrastruktur IT untuk Perusahaan Kecil dan Menengah"

Artiket yang sangat bagus.. dan ijinkan saya untuk menampilkan artikel ini di blog saya .. terima kasih

Ijinkan saya untuk membacanya juga…

tengkiyu..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ABout Me!


WordPress ini sengaja saya buat untuk menulis apa yang telah saya lakukan agar saya selalu ingat, tulisan yang saya buat kebanyakan dalam bentuk tutorials configurasi linux dari hasil uji coba saya dan sebahagian di kutip dari beberapa website lain yang saya anggap perlu untuk saya tulis disini. Mudah-mudahan tutorial yang saya buat ini berguna buat pencinta linux yang lain. Salam Sejahtera.

Blog Stats

  • 120,467 hits

Linux Inspiration

%d blogger menyukai ini: