Linux Inspirations

Konsep Dasar TCP/IP

Posted on: 16 April, 2007

Ip(Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

TCP/IP merupakan dasar dari segalanya, tanpa mempelajari TCP/PI
kemungkinan kita tidak dapat melakah maju di dunia pehackingan. Dengan
kata lain, TCP/IP merupakan awal dari segalanya. Banyak orang yg
menyepelekan pentingnya mempelajari TCP/IP, mereka mengaku dirinya
“hacker” tetapi tidak mengerti sama sekali apa itu TCP/IP. Merasa hacker
hanya apabila bisa mencrash ataupun menjebol server, tetapi

sebetulnya
bukan itulah maksud dari segala itu. Hacker itu adalah orang yg haus
akan pengetahuan, bukan haus akan penghancuran. Untuk menjadi hacker
dibutuhkan kerja keras, semangat, motivasi yg tinggi serta pemahaman
seluk-beluk internet itu sendiri, tanpa hal-hal tersebut mustahil anda
dapat menjadi seorang hacker yang tangguh.

Tulisan ini didedikasikan terutama untuk member Kecoak Elektronik dan
siapa saja yang ingin mempelajari TCP/IP, bukan untuk mereka yang hanya
ingin mencari jalan pintas menjadi hacker sejati. Bagi anda yg memang
udah profhacking mungkin tulisan ini tidak penting, karena memang
tulisan ini hanyalah pengantar belaka dan bukan merupakan referensi yg
sempurna (dan jauh dari sempurna) oleh karenanya hanya dikhususkan bagi
mereka yg pendatang baru (newbies).

1. Apa itu TCP/IP ?
——————-
TCP/IP adalah salah satu jenis protokol* yg memungkinkan kumpulan
komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu  network
(jaringan).

************************************************************************
 Merupakan himpunan aturan yg memungkinkan komputer untuk  berhubungan
 antara satu dengan yg lain, biasanya berupa bentuk / waktu / barisan /
 pemeriksaan error saat transmisi data.
***********************************************************************
2. Apa yg membuat TCP/IP menjadi penting ?
——————————————
Karena TCP/IP merupakan protokol yg telah diterapkan pada hampir semua
perangkat keras dan sistem operasi. Tidak ada rangkaian protokol lain yg
tersedia pada semua sistem berikut ini :

a. Novel Netware.
b. Mainframe IBM.
c. Sistem digital VMS.
d. Server Microsoft Windows NT
e. Workstation UNIX, LinuX, FreeBSD
f. Personal komputer DOS. 

3. Bagaimana awalnya keberadaan TCP/IP ?
—————————————-
Konsep TCP/IP berawal dari kebutuhan DoD (Departement of Defense) AS
akan suatu komunikasi di antara berbagai variasi komputer yg telah ada.
Komputer-komputer DoD ini seringkali harus berhubungan antara satu
organisasi peneliti dg organisasi peneliti lainnya, dan harus tetap
berhubungan sehingga pertahanan negara tetap berjalan selama terjadi
bencana, seperti ledakan nuklir. Oleh karenanya pada tahun 1969
dimulailah penelitian terhadap serangkaian protokol TCP/IP. Di antara
tujuan-tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Terciptanya protokol-protokol umum, DoD memerlukan suatu protokol yg
   dapat ditentukan untuk semua jaringan.
2. Meningkatkan efisiensi komunikasi data.
3. Dapat dipadukan dengan teknologi WAN (Wide Area Network) yg telah
   ada.
4. Mudah dikonfigurasikan.

Tahun 1968 DoD ARPAnet (Advanced Reseach Project Agency) memulai
penelitian yg kemudian menjadi cikal bakal packet switching . Packet
switching  inilah yg memungkinkan komunikasi antara lapisan network
(dibahas nanti) dimana data  dijalankan dan disalurkan melalui jaringan
dalam bentuk unit-unit kecil yg disebut packet*. Tiap-tiap packet ini
membawa informasi alamatnya masing-masing yg ditangani dengan khusus
oleh jaringan tersebut dan tidak tergantung dengan paket-paket lain.
Jaringan yg dikembangkan ini, yg menggunakan ARPAnet sebagai tulang
punggungnya, menjadi terkenal sebagai internet.

Protokol-protokol TCP/IP dikembangkan lebih lanjut pada awal 1980 dan
menjadi protokol-protokol standar untuk ARPAnet pada tahun 1983.
Protokol-protokol ini mengalami peningkatan popularitas di komunitas
pemakai ketika TCP/IP digabungkan menjadi versi 4.2 dari BSD (Berkeley
Standard Distribution) UNIX. Versi ini digunakan secara luas pada
institusi penelitian dan pendidikan dan digunakan sebagai dasar dari
beberapa penerapan UNIX komersial, termasuk SunOS dari Sun dan Ultrix
dari Digital. Karena BSD UNIX mendirikan hubungan antara TCP/IP dan
sistem operasi UNIX, banyak implementasi UNIX sekarang menggabungkan
TCP/IP.

************************************************************************
 unit informasi yg mana jaringan berkomunikasi. Tiap-tiap paket berisi  
 identitas (header) station pengirim dan penerima, informasi error-
 control, permintaan suatu layanan dalam lapisan network, informasi
 bagaimana menangani permintaan dan sembarang data penting yg harus
 ditransfer.
************************************************************************

4. Layanan apa saja yg diberikan oleh TCP/IP ?
———————————————-
Berikut ini adalah layanan “tradisional” yg dilakukan TCP/IP :

a. Pengiriman file (file transfer). File Transfer Protokol (FTP)
   memungkinkan  pengguna komputer  yg satu untuk dapat mengirim ataupun
   menerima file ke komputer jaringan. Karena masalah keamanan data,
   maka FTP seringkali memerlukan nama pengguna (user name) dan
   password, meskipun banyak juga FTP yg dapat diakses melalui
   anonymous, alias tidak  berpassword. (lihat RFC 959 untuk spesifikasi
   FTP)
b. Remote login. Network terminal Protokol (telnet) memungkinkan
   pengguna komputer dapat melakukan log in ke dalam suatu komputer
   didalam suatu jaringan. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna
   menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari komputer
   jaringan tersebut.( lihat RFC 854 dan 855 untuk spesifikasi telnet  
   lebih lanjut)
c. Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem elektronik mail.
   (lihat RFC 821 dan 822)

d. Network File System (NFS). Pelayanan akses file-file jarak jauh yg
   memungkinkan klien-klien untuk mengakses file-file pada komputer
   jaringan jarak jauh walaupun file tersebut disimpan secara lokal.
   (lihat RFC 1001 dan 1002 untuk keterangan lebih lanjut)
e. remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan   
   suatu program didalam komputer yg berbeda. Biasanya berguna jika
   pengguna menggunakan komputer yg terbatas, sedangkan ia memerlukan
   sumber yg banyak dalam suatu system komputer. Ada beberapa jenis
   remote execution, ada yg berupa perintah-perintah dasar saja, yaitu
   yg dapat dijalankan dalam system komputer yg sama dan ada pula yg
   menggunakan “prosedure remote call system”, yg memungkinkan program
   untuk memanggil subroutine yg akan dijalankan di system komputer yg
   berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX ada perintah “rsh” dan
   “rexec”)
f. name servers. Nama database alamat yg digunakan pada internet (lihat
   RFC 822 dan 823 yg menjelaskan mengenai penggunaan protokol name
   server yg bertujuan untuk menentukan nama host di internet.)

************************************************************************
 RFC (Request For Comments) adalah merupakan standar yg digunakan dalam
 internet, meskipun ada juga isinya yg merupakan bahan diskusi ataupun 
 omong kosong belaka. Diterbitkan oleh IAB (Internet Activities Board)
 yg merupakan komite independen para peneliti dan profesional yg 
 mengerti teknis, kondisi dan evolusi sistem internet. Sebuah surat yg 
 mengikuti nomor RFC menunjukan status RFC :
  S: standard, standar resmi bagi internet
 DS: Draft standard, protokol tahap akhir sebelum disetujui sebagai
     standar
 PS: Proposed Standard, protokol pertimbangan untuk standar masa depan
  I: Informational, berisikan bahan-bahan diskusi yg sifatnya informasi
  E: Experimental, protokol dalam tahap percobaan tetapi bukan pada jalur
     standar.
  H: Historic, protokol-protokol yg telah digantikan atau tidak lagi
     dipertimbankan utk standarisasi.
************************************************************************
5. Bagaimanakah bentuk arsitektur dari TCP/IP itu ?
—————————————————
Dikarenakan TCP/IP adalah serangkaian protokol di mana setiap protokol
melakukan sebagian dari keseluruhan tugas komunikasi jaringan, maka
tentulah implementasinya tak lepas dari arsitektur jaringan itu sendiri.
Arsitektur rangkaian protokol TCP/IP mendifinisikan berbagai cara agar
TCP/IP dapat saling menyesuaikan.

Karena TCP/IP merupakan salah satu lapisan protokol OSI * (Open System
Interconnections), berarti bahwa hierarki TCP/IP merujuk kepada 7
lapisan OSI tersebut. Berikut adalah model referensi OSI 7 lapisan, yg
mana setiap lapisan menyediakan tipe khusus pelayanan jaringan :

         Peer process
|Application layer |<—————–>|Application layer |
|Presentation layer|<—————–>|Presentation layer|
|Session layer     |<—————–>|Session layer     |
|Transport layer   |<—————–>|Transport layer   |
|Network layer     |<—————–>|Network layer     |
|Data link layer   |<—————–>|Data link layer   |
|Physical layer    |<—————–>|Physical layer    |

Tiga lapisan teratas biasa dikenal sebagai “upper lever protocol”
sedangkan empat lapisan terbawah dikenal sebagai “lower level protocol”.
Tiap lapisan berdiri sendiri tetapi fungsi dari masing-masing lapisan
bergantung dari keberhasilan operasi layer sebelumnya. Sebuah lapisan
pengirim hanya perlu berhubungan dengan lapisan yang sama di penerima
(jadi misalnya lapisan data link penerima hanya berhubungan dengan data
link pengirim) selain dengan satu layer di atas atau dibawahnya
(misalnya lapisan network berhubungan dengan   lapisan transport
diatasnya atau dengan lapisan data link dibawahnya).

Model dengan menggunakan lapisan ini merupakan sebuah konsep yg penting
karena suatu fungsi yg rumit yg berkaitan dengan komunikasi dapat
dipecahkan menjadi sejumlah unit yg lebih kecil. Tiap lapisan bertugas
memberikan layanan tertentu pada lapisan diatasnya dan juga melindungi
lapisan diatasnya dari rincian cara pemberian layanan tersebut. Tiap
lapisan harus transparan sehingga modifikasi yg dilakukan atasnya tidak
akan menyebabkan perubahan pada lapisan yang lain. Lapisan menjalankan
perannya dalam pengalihan data dengan mengikuti peraturan yang berlaku
untuknya dan hanya berkomunikasi dengan lapisan yang setingkat.
Akibatnya sebuah layer pada satu sistem tertentu hanya akan berhubungan
dengan lapisan yang sama dari sistem yang lain. Proses ini dikenal
sebagai “Peer process”. Dalam keadaan sebenarnya tidak ada data yang
langsung dialihkan antar lapisan yang sama dari dua sistem yang berbeda
ini. Lapisan atas akan memberikan data dan kendali ke lapisan dibawahnya
sampai lapisan yang terendah dicapai. Antara dua lapisan yang berdekatan
terdapat “interface” (antarmuka). Interface ini mendifinisikan operasi
dan layanan yang diberikan olehnya ke lapisan lebih atas. Tiap lapisan
harus melaksanakan sekumpulan fungsi khusus yang dipahami dengan
sempurna. Himpunan lapisan dan protokol dikenal sebagai “arsitektur
jaringan”.

Pengendalian komunikasi dalam bentuk lapisan menambah overhead karena
tiap lapisan berkomunikasi dengan lawannya melalui “header”. Walaupun
rumit tetapi fungsi tiap lapisan dapat dibuat dalam bentuk modul
sehingga kerumitan dapat ditanggulangi dengan mudah.
Disini kita tidak akan membahas model OSI secara mendalam secara
keseluruhannya, karena protokol TCP/IP tidak mengikuti benar model
referensi OSI tersebut. Walaupun demikian, TCP/IP model akan terlihat
seperti ini :

      =========================================
      |Application layer  |                   |
      |Presentation layer | Application layer |
      |Session layer      |                   |                 
      |===================|===================|               
      |Transport layer    |  Transport layer/ |
      |                   |    Host to host   |
      |=======================================|
      |Network  layer     | Network layer/    |
      |                   | internet layer    |
      |===================|===================|
      |Data Link layer    | Network access    |
      |Physical layer     |                   |
      |===================|===================|
    Model OSI         model internet

Sekarang mari kita bahas keempat lapisan tersebut.

a. Network Access
   Lapisan ini hanya menggambarkan bagaimana data dikodekan menjadi sinyal-
   sinyal dan karakteristik antarmuka tambahan media.
b. Internet layer/ network layer
   Untuk mengirimkan pesan pada suatu internetwork (suatu jaringan yang
   mengandung beberapa segmen jaringan), tiap jaringan harus secara unik
   diidentifikasi oleh alamat jaringan. Ketika jaringan menerima suatu
   pesan dari lapisan yang lebih atas, lapisan network akan menambahkan
   header pada pesan yang termasuk alamat asal dan tujuan jaringan.
   Kombinasi dari data dan lapisan network disebut “paket”. Informasi
   alamat jaringan digunakan untuk mengirimkan pesan ke jaringan yang
   benar, setelah pesan tersebut sampai pada jaringan yg benar, lapisan
   data link dapat menggunakan alamat node untuk mengirimkan pesan ke node
   tertentu.
       _____       _____
      |=====|     |=====|   ################### end nodes
      \—–/     \—–/                    # #
       |===|       |===|                     #  #
  |           |                       #   #
      —|———- |—-   # routers       #    #
       |      # #              #     #
       |     #   #             #      #
    |=—=| #     #            #       #
    |=—=|        #           #        # 
       |            #        _____     _____
     komputer     *******          #      |=====|   |=====|
     Lainnya — * token * —–|=—=|   \—–/   \—–/
   * ring  *      |=—=|    |===|     |===|
    *******          |         |         |
       |            -|——– |———|———
     —–
       |
   Komputer                
   Lainnya

meneruskan paket ke jaringan yang benar disebut “routing” dan peralatan
yang meneruskan paket adalah “routers”. Suatu antar jaringan mempunyai
dua tipe node :

– “End nodes”, menyediakan pelayanan kepada pemakai. End nodes
  menggunakan lapisan network utk menambah informasi alamat jaringan
  kepada paket, tetapi tidak melakukan routing. End nodes kadang-kadang
  disebut “end system” (istilah OSI) atau “host” (istilah TCP/IP)
– Router memasukan mekanisme khusus untuk melakukan routing. Karena
  routing merupakan tugas yg kompleks, router biasanya merupakan peralatan
  tersendiri yg tidak menyediakan pelayanan kepada pengguna akhir. Router
  kadang-kadang disebut “intermediate system” (istilah OSI) atau “gateway”
  (istilah TCP/IP).

Selain itu juga lapisan ini bertanggung jawab untuk pengiriman data
melalui antar jaringan. Protokol lapisan intenet yang utama adalah
internet protokol, IP (RFC 791, lihat juga RFC 919, 922,950).
IP menggunakan protokol-protokol lain untuk tugas-tugas khusus internet.
ICMP(dibahas nanti) digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan ke lapisan
host ke host. Adapun fungsi IP :

1. Pengalamatan
2. Fragmentasi datagram pada antar jaringan
3. Pengiriman datagram pada antar jaringan
c. Transport layer /host to host

Salah satu tanggung jawab lapisan transport adalah membagi pesan-pesan
menjadi fragment-fragment yang cocok dengan pembatasan ukuran yg
dibentuk oleh jaringan. Pada sisi penerima, lapisan transport
menggabungkan kembali fragment untuk mengembalikan pesan aslinya,
sehingga dapat diketahui bahwa lapisan transport memerlukan proses
khusus pada satu komputer ke proses yg bersesuaian pada komputer tujuan.
Hal ini dikenal sebagai Service Access Point (SAP) ID kepada setiap
paket (berlaku pada model OSI, istilah TCP/IP untuk SAP ini disebut port
*).

Mengenali pesan-pesan dari beberapa proses sedemikian rupa sehingga
pesan tersebut dikirimkan melalui media jaringan yg sama disebut
“multiplexing”. Prosedur mengembalikan pesan dan mengarahkannya pada
proses yg benar disebut “demultiplexing”.
Tanggung javab lapisan transport yg paling berat dalam hal pengiriman
pesan adalah mendeteksi kesalahan dalam pengiriman data tersebut. Ada
dua kategori umum deteksi kesalahan dapat dilakukan oleh lapisan
transport :

a. Reliable delivery, berarti kesalahan tidak dapat terjadi, tetapi
   kesalahan akan dideteksi jika terjadi. Pemulihan kesalahan dilakukan
   dengan jalan memberitahukan lapisan atas bahwa kesalahan telah
   terjadi dan meminta pengirimna kembali paket yg kesalahannya
   terdeteksi.
b. Unreliable delivery, bukan berarti kesalahan mungkin terjadi, tetapi
   menunjukkan bahwa lapisan transport tidak memeriksa kesalahan
   tersebut. Karena pemeriksaan kesalahan memerlukan waktu dan
   mengurangi penampilan jaringan. Biasanya kategori ini digunakan jika
   setiap paket mengandung pesan yg lengkap, sedangkan reliable
   delivery, jika mengandung banyak paket. Unreliable delivery, sering
   disebut “datagram delivery” dan paket-paket bebas yg dikerimkan
   dengan cara ini sering disebut “datagram”.
 
Karena proses lapisan atas (application layer) memiliki kebutuhan yg
bervariasi, terdapat dua protokol lapisan transport /host to host, TCP
dan UDP. TCP adalah protokol yg handal. Protokol ini berusaha secara
seksama untuk mengirimkan data ke tujuan, memeriksa kesalahan,
mengirimkan data ulang bila diperlukan dan mengirimkan error ke lapisan
ats hanya bila TCP tidak berhasil mengadakan komunikasi (dibahas nanti).
Tetapi perlu dicatat bahwa kehandalan TCP tercapai dengan mengorbankan
bandwidth jaringan yg besar.
 
UDP (User Datagram Protocol) disisi lain adalah protokol yg tidak
handal. Protokol ini hanya “semampunya” saja mengirimkan data. UDP tidak
akan berusaha untuk  mengembalikan datagram yg hilang dan proses pada
lapisan atas harus bertanggung jawab untuk mendeteksi data yg hilang
atau rusak dan mengirimkan ulang data tersebut bila dibutuhkan.
c. Application layer
Lapisan inilah biasa disebut lapisan akhir (front end) atau bisa disebut
user program. Lapisan inilah yg menjadi alasan keberadaan lapisan
sebelumnya. Lapisan sebelumnya hanya bertugas mengirimkan pesan yg
ditujukan utk lapisan ini. Di lapisan ini dapat ditemukan program yg
menyediakan pelayanan jaringan, seperti mail server (email program),
file transfer server (FTP program),  remote terminal.

************************************************************************
Token Ring merupakan teknologi LAN  data link yg didefinisikan oleh IEEE
802.4  dimana sistem dihubungkan satu sama lain dengan menggunakan
segmen kabel twisted-pair point-to-point untuk membentuk suatu struktur
ring. Sebuah sistem diijinkan untuk mengirim hanya bila sistem tersebut
memiliki token (data unit khsusus yg digunakan bersama-sama) yg akan
dilewarkan dari satu sistem ke sistem lain sekitar ring.
========================================================================
komputer port adalah tempat adalah tempat dimana informasi masuk dan
keluar. Di PC contohnya monitor sebagai keluaran informasi, keyboard dan
mouse sebagai masukan informasi. Tetapi dalam istilah internet, port
berbentuk virtual (software) bukan berbentuk fisik seperti RS232 serial
port (utk koneksi modem).
************************************************************************
6. Bagaimana TCP dan IP bekerja ?
———————————
Seperti yg telah dikemukakan diatas TCP/IP hanyalah merupakan suatu
lapisan protokol(penghubung) antara satu komputer dg yg lainnya dalam
network, meskipun ke dua komputer tersebut memiliki OS yg berbeda. Untuk
mengerti lebih jauh marilah kita tinjau pengiriman sebuah email.
Dalam pengiriman email ada beberapa prinsip dasar yg harus dilakukan.
Pertama, mencakup hal-hal umum berupa siapa yg mengirim email, siapa yg
menerima email tersebut serta isi dari email tersebut. Kedua, bagaimana
cara agar email tersebut sampai pada tujuannya.Dari konsep ini kita
dapat mengetahui bahwa pengirim email memerlukan “perantara” yg
memungkinkan emailnya sampai ke tujuan (seperti layaknya pak pos). Dan
ini adalah tugas dari TCP/IP. Antara TCP dan IP ada pembagian tugas
masing-masing.

TCP merupakan  connection-oriented, yg berarti bahwa kedua komputer yg
ikut serta dalam pertukaran data harus melakukan hubungan terlebih dulu
sebelum pertukaran data ( dalam hal ini email) berlangsung. Selain itu
TCP juga bertanggung jawab untuk menyakinkan bahwa email tersebut sampai
ke tujuan, memeriksa kesalahan dan mengirimkan error ke lapisan atas
hanya bila TCP tidak berhasil melakukan hubungan (hal inilah yg membuat
TCP sukar untuk dikelabuhi). Jika isi email  tersebut terlalu besar
untuk satu datagram * , TCP akan membaginya kedalam beberapa datagram.
IP bertanggung jawab setelah hubungan berlangsung, tugasnya adalah untuk
meroute data packet . didalam network. IP hanya bertugas sebagai kurir
dari TCP dalam penyampaian datagram dan “tidak bertanggung jawab” jika
data tersebut tidak sampai dengan utuh (hal ini disebabkan IP tidak
memiliki informasi mengenai isi data yg dikirimkan) maka IP akan
mengirimkan pesan kesalahan ICMP*. Jika hal ini terjadi maka IP hanya
akan memberikan pesan kesalahan (error message) kembali ke sumber data.
Karena IP “hanya” mengirimkan data “tanpa” mengetahui mana data yg akan
disusun berikutnya menyebabkan IP mudah untuk dimodifikasi daerah
“sumber dan tujuan” datagram. Hal inilah  penyebab banyak paket hilang
sebelum sampai kembali ke sumber awalnya. (jelas ! sumber dan tujuannya
sudah dimodifikasi)

Kalimat Datagram dan paket sering dipertukarkan penggunaanya. Secara
teknis, datagram adalah kalimat yg digunakan jika kita hendak
menggambarkan TCP/IP. Datagram adalah unit dari data, yg tercakup dalam
protokol.

************************************************************************
ICPM adalah kependekan dari Internet Control Message Protocol yg
bertugas memberikan pesan dalam IP. Berikut adalah beberapa pesan
potensial sering timbul (lengkapnya lihat RFC 792):

a. Destination unreachable, terjadi jika host,jaringan,port atau protokol
   tertentu tidak dapat dijangkau.
b. Time exceded, dimana datagram tidak bisa dikirim karena time to live
   habis.
c. Parameter problem, terjadi kesalahan parameter dan letak oktert dimana
   kesalahan terdeteksi.
d. Source quench, terjadi karena router/host tujuan membuang datagram
   karena batasan ruang buffer atau karena datagram tidak dapat diproses.
e. Redirect, pesan ini memberi saran kepada host asal datagram mengenai
   router yang lebih tepat untuk menerima datagram tsb.
f. Echo request dan echo reply message, pesan ini saling mempertukarkan
   data antara host.

Selain RFC 792 ada juga RFC 1256 yg isinya berupa ICMP router discovery
message dan merupakan perluasan dari ICMP, terutama membahas mengenai
kemampuan bagi host untuk menempatkan rute ke gateway.
************************************************************************

7. Bagaimanakah bentuk format header protokol UDP,TCP,IP ?
———————————————————-
1. UDP
 ——
 UDP memberikan alternatif transport untuk proses yg tidak membutuhkan
pengiriman yg handal. Seperti yg telah dibahas sebelumnya, UDP merupakan
protokol yg tidak handal, karena tidak menjamin pengiriman data atau
perlindungan duplikasi. UDP tidak mengurus masalah penerimaan aliran
data dan pembuatan segmen yg sesuai untuk IP.Akibatnya, UDP adalah
protokol sederhana yg berjalan dengan kemampuan jauh dibawah TCP. Header
UDP tidak mengandung banyak informasi, berikut bentuk headernya :
 
 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
 + Source Port  +   Destination Port  +
 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
 +    Length    +    Checksum         +
 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
 
 source port, adalah port asal dimana system mengirimkan datagram.
 Destination port, adalah port tujuan pada host penerima.
 Length, berisikan panjang datagram dan termasuk data.
 Checksum, bersifat optional yg berfungsi utk meyakinkan bahwa data tidak
akan mengalami rusak (korup)
 
2. TCP
——
Seperti yg telah dibahas sebelumnya, TCP merupakan protokol yg handal
dan bertanggung jawab untuk mengirimkan aliran data ke tujuannya secara
handal dan berurutan. Untuk memastikan diterimanya data, TCP menggunakan
nomor urutan segmen dan acknowlegement (jawaban). Misalkan anda ingin
mengirim file berbentuk seperti berikut :
———————————————————-
TCP kemudian akan memecah pesan itu menjadi beberapa datagram (untuk
melakukan hal ini, TCP tidak mengetahui berapa besar datagram yg bisa
ditampung jaringan. Biasanya, TCP akan memberitahukan besarnya datagram
yg bisa dibuat, kemudian mengambil nilai yg terkecil darinya, untuk
memudahkan).
—- —- —- —- —- —- —- —- —- —- —- —-
TCP kemudian akan meletakan header di depan setiap datagram tersebut.
Header ini biasanya terdiri dari 20 oktet, tetapi yg terpenting adalah
oktet ini berisikan sumber dan tujuan  “nomor port (port number)” dan
“nomor urut (sequence number)”. Nomor port digunakan untuk menjaga data
dari banyaknya data yg lalu lalang. Misalkan ada 3 orang yg mengirim
file. TCP anda akan mengalokasikan nomor port 1000, 1001, dan 1002 untuk
transfer file. Ketika datagram dikirim, nomor port ini menjadi “sumber
port (source port)” number untuk masing-masing jenis transfer.
Yg perlu diperhatikan yaitu bahwa TCP perlu mengetahui juga port yg
dapat digunakan oleh tujuan (dilakukan diawal hubungan). Port ini
diletakan pada daerah “tujuan port (destination port)”. Tentu saja jika
ada datagram yg kembali, maka source dan destination portnya akan
terbalik, dan sejak itu port anda menjadi destination port dan port
tujuan menjadi source port.

Setiap datagram mempunyai nomor urut (sequence number) masing-masing yg
berguna agar datagram tersebut dapat tersusun pada urutan yg benar dan
agar tidak ada datagram yg hilang. TCP tidak memberi “nomor” datagram,
tetapi pada oktetnya. Jadi jika ada 500 oktet data dalam setiap
datagram, datagram yg pertama mungkin akan bernomor urut 0, kedua 500,
ketiga 1000, selanjutnya 1500 dan eterusnya. Kemudian semua susunan
oktet didalam datagram akan diperiksa keadaannya benar atau salah, dan
biasa disebut dg “checksum”. Hasilnya kemudian diletakan ke header TCP.
Yg perlu diperhatikan ialah bahwa checksum ini dilakukan di kedua
komputer yg melakukan hubungan. Jika nilai keberadaan susunan oktet
antara satu checksum dg checksum yg lain tidak sama, maka sesuatu yg
tidak diinginkan akan terjadi pada datagram tersebut, yaitu gagalnya
koneksi (lihat bahasan sebelumnya). Jadi inilah bentuk datagram
tersebut:

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+     Source Port     +      Destination port  +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++         
+                 Sequence number              +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+               Acknowledgment number          + 
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+  Data +          |U|A|P|R|S|F|                +
+ offset+ Reserved |R|C|S|S|Y|I|     Window     +
+       +           |G|K|H|T|N|N|                +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+    Checksum                 | Urgent pointer +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+  data anda —— sampai 500 oktet berikut   +

Jika kita misalkan TCP header sebagai “T”, maka seluruh file akan
berbentuk sebagai berikut :
T—- T—- T—- T—- T—- T—- T—- T—- T—- T—- T—-

Ada beberapa bagian dari header yg belum kita bahas. Biasanya bagian
header  ini terlibat sewaktu hubungan berlangsung.

– Seperti ‘acknowledgement number’ misalnya, yg bertugas untuk menunggu
  jawaban apakah datagram yg dikirim sudah sampai atau belum. Jika tidak
  ada jawaban (acknowledgement) dalam batas waktu tertentu, maka data akan
  dikirim lagi.
– Window berfungsi untuk mengontrol berapa banyak data yg bisa singgah
  dalam satu waktu. Jika Window sudah terisi, ia akan segera langsung
  mengirim data tersebut dan tidak akan menunggu data yg terlambat, karena
  akan menyebabkan hubungan menjadi lambat.
– Urgent pointer menunjukan nomor urutan oktet menyusul data  yg
  mendesak. Urgent pointer adalah bilangan positif berisi posisi dari
  nomor urutan pada segmen.
  Reserved selalu berisi nol. Dicadangkan untuk penggunaan mendatang.
– Control bit (disamping kanan reserved, baca dari atas ke bawah). Ada
  enam kontrol bit :
a. URG, Saat di set 1 ruang urgent pointer memiliki makna, set 0
   diabaikan.
b. ACK saat di set ruang acknowledgement number memiliki arti.
c. PSH, memulai fungsi push.
d. RST, memaksa hubungan di reset.
e. SYN, melakukan sinkronisasi nomor urutan untuk hubungan. Bila diset maka
   hubungan di buka.
f. FIN, hubungan tidak ada lagi.

3. IP
—–
TCP akan mengirim setiap datagram ke IP dan meminta IP untuk
mengirimkannya ke tujuan(tentu saja dg cara mengirimkan IP alamat
tujuan). Inilah tugas IP sebenarnya. IP tidak peduli apa isi dari
datagram, atau isi dari TCP header. Tugas IP sangat sederhana, yaitu
hanya mengantarkan datagram tersebut sampai tujuan (lihat bahasan
sebelumnya). Jika IP melewati suatu gateway, maka ia kemudian akan
menambahkan header miliknya. Hal yg penting dari header ini adalah
“source address” dan “Destination address”, “protocol number” dan
“checksum”.  “source address” adalah alamat asal datagram. “Destination
address” adalah alamat tujuan datagram (ini penting agar gateway
mengetahui ke mana datagram akan pergi). “Protocol number” meminta IP
tujuan untuk mengirim datagram ke TCP. Karena meskipun jalannya IP
menggunakan TCP, tetapi ada juga protokol tertentu yg dapat menggunakan
IP, jadi kita harus memastikan IP menggunakan protokol apa untuk
mengirim datagram tersebut. Akhirnya, “checksum” akan meminta IP tujuan
untuk meyakinkan bahwa header tidak mengalami kerusakan. Yang perlu
dicatat yaitu bahwa TCP dan IP menggunakan checksum yang berbeda.
Berikut inilah tampilan header IP :

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+ version + IHL + Type of Service +        Total Length      +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+  identification                 + Flag +  Fragment Offset  +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+ Time to live  + Protocol        +     Header Checksum      +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+                       Source Address                       +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+                    Destination Address                     +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+ TCP header, kemudian data  ——-                         +
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Jika kita misalkan IP header sebagai “I”, maka file sekarang akan
berbentuk :

IT—-  IT—-  IT—-  IT—–  IT—–  IT—–  IT—– IT—-

Source : http://www.oke.or.id

1 Response to "Konsep Dasar TCP/IP"

bagus bang….aye seneng neh ama artikel ini…copy ya !

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ABout Me!


WordPress ini sengaja saya buat untuk menulis apa yang telah saya lakukan agar saya selalu ingat, tulisan yang saya buat kebanyakan dalam bentuk tutorials configurasi linux dari hasil uji coba saya dan sebahagian di kutip dari beberapa website lain yang saya anggap perlu untuk saya tulis disini. Mudah-mudahan tutorial yang saya buat ini berguna buat pencinta linux yang lain. Salam Sejahtera.

Blog Stats

  • 120,467 hits

Linux Inspiration

%d blogger menyukai ini: